5 February 2018

Agar Anak Percaya Diri dan Tidak Penakut



Putra bu Nurul kok lincah banget dan gampang akrab dengan orang baru ya. Meski  tamu yang datang ke rumahnya berbeda-beda orang tapi dia kok enak aja ngajak salim. Kalau ditanya macam-macam kok semua dijawab ya.
Putri bu Sarono juga gitu. Kelihatan percaya diri, pemberani dan gampang bergaul. Pembawaannya ringan, lincah dan cerdas.
Tapi anakku kok penakut ya. Cenderung pemalu, tertutup dan sulit diajak komunikasi dengan orang baru. Apanya yang salah? Padahal aku sudah mendidiknya dengan sungguh-sungguh, memperhatikan dan memenuhi semua kebutuhannya.
Kira-kira begitulah fenomena yang sering terjadi di kalangan orang tua-dalam konteks ini lebih merujuk pada ibu-ibu-yang berkaitan dengan keprihatinan mereka terhadap anak mereka. Artikel ini akan berusaha mengurai dari pangkal hingga ujung dari masalah tersebut.
                                                                bundaabim.wordpress.com



Penyebab anak penakut

1.Ibunya memang penakut

Banyak lho ibu yang punya sifat dasar penakut. Dia bisa takut pada binatang tertentu (ini bisa juga diartikan geli atau jijik) misalnya pada ular, ulat, kadal, tikus bahkan kucing. Ya kucing! Atau takut pada tahayul, hantu, kepercayaan kuno yang tidak masuk akal dan mitos.
Sebenarnya ibu yang penakut tidak berpengaruh apa-apa pada sifat anak asal rasa takutnya itu dikonsumsi sendiri, bukan malah ditularkan pada anak-anak. Saat anak mau memegang bangkai ular misalnya si ibu akan langsung berteriak, “ Hii Adeek jijik, jangan dipegang”. Anak yang awalnya tidak punya perasaan apa-apa pada bangkai ular awlnya akan bingung dengan maksud ibunya tapi lama-lama dia akan ikut-ikutan takut juga.
Contoh lain saat anak tidak mau segera tidur (yang saya tahu ini lebih banyak terjadi di desa atau pada masyarakat yang tingkat pendidikannya  masih kurang). Ibu akan menakut-nakuti anak dengan mengatakan: “Dengar suara apa itu, makanya ayo cepat tidur. Awas lho kalau ga mau tidur nanti ada hantu, dan sejenisnya. Atau saat ada tetangga yang baru saja meninggal maka malam harinya akan menjadi malam dengan suasana yang berbeda dibanding malam-malam sebelumnya.

2.Teman-teman pergaulannya penakut dan suka menakut-nakuti

Ada banyak cerita dimana seorang anak yang awalnya sangat pemberani setelah pindah ke tempat baru dengan teman-teman baru dia berubah jadi penakut. Ini memang benar dan sulit dihindari. Pengaruh pergaulan bagi seorang anak memberikan kontribusi yang sangat signifikan dalam perkembangan karakternya. Pernahkah anda melakukan investigasi darimana kira-kira anak anda mendapat kata “pocong atau hantu”? Bayangkan adegan ini: Anak anda yang tidak tahu apa-apa tentang pocong, lalu saat berkumpul dengan teman-temannya mereka berteriak:” Lariii.. ada pocong”.  Pasti anak anda akan ikut lari dan bisa merasakan aura ketakutan, meski awalnya Cuma ikut-ikutan aja.
Hari-hari berikutnya anak anda akan menerima banyak cerita horor dari satu teman berganti ke teman yang lain.
Hal yang sama juga berlaku dalam hal takut pada binatang, kuburan atau sosok tertentu.

Penyebab anak tidak percaya diri

1.Sering direndahkan, tak pernah mendapat pujian

Anak saya gambarnya tidak bagus (jelek maksudnya he..he). Tapi kebetulan saya tahu teorinya bahwa kita  harus pintar-pintar membuat anak tetap percaya diri. Tiap kali dia menunjukkan gambarnya ( yang jelek itu) saya selalu mengatakan bahwa gambarnya luar biasa bagusnya. Lalu hampir tiap hari dia mampu menggambar kapal, robot, rumah, sapi dll. Suatu ketika saya heran, kok lama dia tidak menghasilkan karya. Di saat yang hampir bersamaan saat melihat gambar desanya yang barusan dikerjakan di sekolahan. “ Lho ini bagus banget Dek, kapan ini bikinnya? Anak saya menjawab dengan loyo: “Bagus apanya . Kata bu guru gambarku…. (bu guru menyebut ungkapan bahasa jawa yang artinya “gambarmu gak karu-karuan).
Ibu guru di atas adalah contoh guru yang membunuh rasa percaya diri anak. Sangat tidak boleh guru berkata demikian, apalagi guru TK. Apa anda sebagai  ibunya sendiri akan tega memperlakukan anak sendiri begitu? Anak usia PAUD, TK dan SD kelas 1, 2 harus sering dipupuk rasa percaya dirinya dengan cara banyak memuji. Atau setidaknya jangan merendahkanlah
.
2.Kalah dominasi di kelompoknya dan sering dibully

Ini sangat berbahaya bunda.  Apalagi kondisi seperti ini sering tidak diketahui orang tua. “Keanehan fisik” (menurut teman-temannya) pada anak misalnya tubuh kecil, terlalu gendut kulit hitam, bicara cadel, rambut keriting kecil-kecil adalah obyek bully yang sangat populer. Apalagi kalau (maaf) ada bagian tubuh yang kurang sempurna, makin merajalelalah mereka. Ditambah lagi bila selisih usia anak-anak dalam suatu kelompok terlalu tidak imbang, maka yang lebih tua dipastikan lebih mendominasi.

Mendidik anak agar percaya diri dan tidak penakut

Lalu bagaimana caranya agar anak kita bisa seperti anak bu Nurul dan bu Sartono?
Solusinya pertama adalah dengan memperlakukan anak  dengan penuh kasih sayang. Terima dan syukuri seberapapun bakat dan kecerdasannya. Jangan pernah merendahkan atau menghina anak kita sendiri. Selalu semangati dia, yakinkan kalau dia adalah baik, pintar dan berbakat. Sekesal apapun kita tetaplah ingat untuk tidak menghancurkan rasa percaya dirinya. Memarahi anak itu wajar dan boleh saja, tapi tetap harus hati-hati mengeluarkan kalimat dari mulut kita.

Solusi kedua adalah jangan menularkan rasa takut, rasa jijik atau mitos yang selama ini menghantui anda pada anak. Silahkan simpan dan pertahankan itu untuk anda sendiri. Kalau anda tidak doyan sayur kacang panjang karena anda pernah melihat ada ulat di dalamnya, anda tak perlu mempromosikan ketidakdoyanan anda. Biarkan anak lahap makan sayur kacang panjang yang banyak gizinya itu. Kalaupun ada ulat matang di dalamnya dan ikut termakan ya tidak apa-apa.Wong ulatnya sudah direbus dengan suhu  100 derajat celcius kok. Selama aman biarkan saja anak bermain dengan apa saja.

Solusi ketiga adalah anda harus tahu persis anak bergaul dengan teman macam apa. Cara yang paling mudah adalah dengan membiasakan anak bermain di rumah atau lingkungan sekitar rumah saja. Biar temen-temannya yang datang. Mungkin rumah anda akan ramai dan berantakan tapi anda kan mudah mendeteksi  isi dialog mereka, kalimat mana yang tidak pantas dan anak mana yang kira-kira berpotensi membawa pengaruh yang tidak anda inginkan.

Sudah. Saya rasa artikel ini sudah cukup panjang. Mudah-mudahan bisa memberi manfaat. Terima kasih atas kunjungan anda, silahkan berkomentar dan bagikan artikel ini.
Baca juga Herbal untuk Demam dan Flu




1 komentar on Agar Anak Percaya Diri dan Tidak Penakut