Anak Suka Keluyuran Malam


Anak yang suka keluyuran adalah tanda tidak nyaman berada di rumah. Anak tidak nyaman di rumah tentu ada faktor yang berasal dari rumah yang membuatnya demikian. Faktor ini bisa berasal dari orang tua dan saudara. Kira-kira begini penjelasannya ( Duh kayak Profesor ahli anak aja nih...)
Anak Suka Keluyuran Malam


a. Penyebab dari orang tua

--  Orang tua terlalu sibukBaik ayah maupun ibu jarang di rumah karena sibuk bekerja di luar. Berangkat pagi-pagi sekali dan pulang malam. Meskipun mungkin ada seorang pembantu tetap tidak bisa mengganti peran orang tua. Anak akan merasa lebih bebas untuk bermain di luar karena tidak ada orang tua. Alasan lain adalah karena dia ingin bersosialisasi dengan teman-temannya.


--.Orang tua tidak asik diajak mengobrol
Selepas maghrib dimana seharusnya seluruh anggota keluarga bercengkerama orang tua malah asik dengan acara tv favoritnya. Anak disuruh belajar. Belajar sebentar lalu anak mengatakan sudah selesai. Apa yang dilakukan anak selanjutnya? Mau menonton tv selera tidak sama dengan orang tuanya. Buka-buka HP lalu ada ajakan dari teman lain untuk berkumpul di suatu tempat.

b. Penyebab dari saudara

Maksudnya adalah saudara si anak sendiri. Dalam konteks ini justru malah sering terjadi antar saudara yang usianya tidak terpaut jauh atau istilahnya sepantaran. Kenapa bisa begitu? Karena fakta membuktikan jarang sekali saudara sepantaran yang bisa akrab. Rupanya anak-anak ini merasa saling rikuh dan kikuk untuk berbagi atau bercerita terbuka dengan saudaranya sendiri. Bagi mereka jauh lebih nyaman kalau cerita dengan temannya. Betul kan..?
Apalagi kalau diantara saudara ini memang sudah ada bibit-bibit tidak akur, misalnya karena iri atau merasa perlakuan orang tua tidak adil pada anak-anaknya.

Nah kalau faktor-faktor itu terpenuhi kemungkinan besar anak akan hobi ngelayap. Bahkan tidak cuma malam hari saja. Sepulang sekolah langsung kabur, minggu pagi juga lebih memilih kumpul dengan temannya.
Sebenarnya masih ada satu hal lagi yang sangat memengaruhi, yaitu saking "dahsyatnya" pengaruh pergaulan. Si anak sudah merasakan "enaknya" berkumpul dengan teman-temannya di luar. Atau anak takut kalau tidak ikut ngumpul sesuai jadwal kelompoknya karena akan dicap sebagai "bukan cowok", diancam / mendapat sangsi, atau ketakutan akan dikeluarkan dari kelompoknya. Kalau penyebabnya yang terakhir ini, sebaik apapun sikap orang tua dan senyaman apapun suasana rumah tidak akan banyak memberi pengaruh.


Lalu Bagaimana Solusinya?

Anak mulai berani keluyuran di malam hari biasanya kalau sudah kelas 2 SMP sampai usia kuliah. Masa-masa tersebut memang sangat menentukan dalam keberhasilan meraih masa depan yang baik. Itulah masa-masa transisi dari anak-anak ke remaja dan dewasa. Jadi kalau anak anda ada yang hobinya keluyuran anda tenang aja. Temannya buanyak kok he..he..Tapi bukan berarti enggak harus diatasi kan? Saya sih sama sekali bukan ahli, sekedar berbagi pengalaman pribadi dan pengalaman teman-teman. Gini: kalau anak anda masih usia SD lakukan tindakan preventif/pencegahan. Buatlah segala sesuatunya berlawanan dengan faktor-faktor penyebab di atas. Misalnya akrabkan diri anda dengan anak-anak. Tingkatkan kuantitas dan kualitas interaksi anda. Lha tuntutan pekerjaan bagaimana? Lha untuk memenuhi kebutuhan bagaimana? Halah pertanyaan itu sudah ada sejak jaman Mojopahit. Tentukan keputusan yang tegas dan terima konsekuensinya. "Budidaya" atau berinvestasi dalam bentuk anak sangat menguntungkan lho. Untung/labanya bisa dibawa sampai sampai akherat. Apa uang, mobil,rumah, tanah anda bisa?

Kalau saat ini anak anda termasuk anggota Persekongkolan Remaja Keluyur Indonesia ( silahkan buat singkatannya sendiri ya) maka terima saja dengan ikhlas dan tabah. Tentu saja anda tetap wajib berusaha menyadarkannya. Silahkan baca masukan saya di bawah ini, siapa tahu cucok

a. Bicaralah dengan anak dari hati ke hati

Langsung contoh aja ya. Misalnya anak anda berulang tahun. Aturlah cara merayakannya paling berkesan  dibanding sebelum-sebelumnya. Tidak perlu pesta dan mengundang banyak teman. Cukup si anak yang berulang tahun, ibu dan ayah. Ajaklah ke suatu tempat yang eksklusif yang bisa menjamin privasi anda bertiga. Berikan hadiah yang paling dia inginkan, mahal enggak apa-apa, tapi tetap surprise loh. Katakan aja anda tak bisa memberi hadiah yang wahh pada hari sebelumnya. Singkat cerita sampai di tempat tujuan, ucapkan selamat dan serahkan hadiah yang di luar dugaannya itu. Anda pasti bisa membayangkan bagaimana reaksi dan ekspresi anda ( misal hadiahnya smartphone model terbaru yang paling digandrungi remaja saat ini). Saat itulah anda "masuk". Curhatkan semua kesedihan anda melihat anaknya suka keluyuran. Berbicarah dengan tulus dari lubuk hati anda. Kalau ingin menangis,menangis saja di depan dia. Anda pasti akan sependapat dengan saya : senakal apapun seorang anak pasti akan tersentuh diperlakukan begitu. Ya kan? Saat ada tanda-tanda dia ikut sedih mendengar cerita anda buatlah (dengan cara sehalus mungkin) dia berjanji akan merubah kebiasannya ngeluyur itu.

b. Berdoa

Ini adalah solusi favorit saya. Wong nyatanya anak memang titipan Tuhan maka sungguh tepat kalau anda memohon bantuan pada Yang Menitipkan. Berdoalah dengan bahasa dan cara apa saja sesuai agama dan keyakinan anda. Tapi jangan lupakan yang satu ini : anda harus berdoa dengan sungguh-sungguh dan YAKIN PASTI dikabulkan. Amiin...

Udah itu aja dulu ya. Alangkah indahnya kalau anda bersedia meninggalkan komentar.
Terima kasih, mudah-mudahan bisa memberi manfaat.


0 Response to "Anak Suka Keluyuran Malam"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel